Translate

Minggu, 09 April 2017

PENCARIAN - BATIN YANG TERSIKSA -PENDEKATAN TRADISIONAL - PERANGKAP KEHORMATAN - MANUSIA DAN INDIVIDU -PERJUANGAN HIDUP - SIFAT DASAR MANUSIA -TANGGUNG JAWAB - KEBENARAN - PERUBAHAN DIRI -PEMBOROSAN ENERGI - KEBEBASAN DARI OTORITAS II

Freedom From The Known-Barbara Myriam Ventura
Freedom From The Known-Barbara Myriam Ventura
4
Pertanyaan tentang apakah ada suatu Tuhan atau kebenaran atau kenyataan, atau dengan nama apapun Ia hendak Anda sebut, tak pernah akan terjawab oleh buku, pendeta, ahli filsafat atau juru selamat. Tak seorangpun dan apapun dapat menjawab pertanyaan itu kecuali Anda sendiri dan itulah sebabnya mengapa Anda harus memahami diri Anda sendiri. Ketidak-dewasaan hanya terletak dalam ketidakpahaman total tentang si aku. Mengerti diri Anda sendiri adalah permulaan dari kearifan.

Dan apakah diri Anda itu, Anda sebagai individu? Aku berpendapat,bahwa ada perbedaan antara seorang makhluk manusia dan seorang individu. Seorang individu adalah kesatuan lokal, yang hidup dalam satu daerah tertentu, termasuk satu kebudayaan tertentu, suatu masyarakat tertentu, suatu agama tertentu. Seorang manusia bukan sebuah kesatuan lokal. Ia ada dimana-mana. Bila si individu hanya bertindak di salah satu sudut tertentu dari medan kehidupan yang luas maka tindakannya itu
sama sekali tak berhubungan dengan keseluruhan medan kehidupan itu.

Maka perlulah dicatat, bahwa kita di sini berbicara tentang keseluruhan itu bukan tentang bagiannya, karena didalam yang lebih besar itu terkandung yang lebih kecil, tetapi didalam yang lebih kecil tidak terkandung yang lebih besar. Si individu adalah kesatuan kecil yang bersyarat, penuh duka
dan frustrasi, yang puas dengan dewa-dewanya yang kerdil dan tradisitradisinya yang kerdil, sedangkan manusia berkepentingan dengan keseluruhan kesejahteraan, keseluruhan duka nestapa dan keseluruhan kebingungan dunia.
Kita makhluk-makhluk manusia tak pernah berubah sejak berjuta-juta tahun - sangat rakus, cemburu, agresif, iri hati, penuh kekuatiran dan keputusasaan, dengan kadang-kadang beberapa kilas rasa gembira dan kasih sayang. Kita merupakan satu campuran aneh dari kebencian, ketakutan dan kelembutan hati; kita adalah kedua-duanya; kekerasan dan perdamaian. Kita telah membuat kemajuan lahiriah dari gerobak hingga pesawat jet, tetapi di dalam batin si individu belum pernah terjadi perubahan apa-apa, sedangkan struktur masyarakat di seluruh dunia telah diciptakan oleh individu-individu. Struktur lahiriah masyarakat adalah hasil struktur psikologis hubungan antar manusia, karena si individu adalah hasil keseluruhan pengalaman, pengetahuan dan tingkah laku umat manusia. Kita masing-masing merupakan gudang simpanan segala sesuatu yang telah lampau. Si individu adalah manusia yang merupakan keseluruhan umat manusia. Seluruh sejarah manusia tertulis di dalam batin kita.

5Amatilah apa yang sesungguhnya berlangsung di dalam diri Anda dan di luar diri Anda, dalam kebudayaan yang berintikan persaingan, yakni tempat hidup Anda, dengan keinginannya akan kekuasaan, kedudukan, prestise, nama dan sukses dan apapun lainnya - amatilah prestasi-prestasi
yang demikian Anda banggakan, amatilah keseluruhan bidang yang Anda sebut kehidupan dan di mana terdapat pertentangan dalam setiap bentuk hubungan, yang menimbulkan kebencian, pertentangan, keganasan dan peperangan yang tanpa akhir. Bidang ini, kehidupan ini, hanya itulah yang kita kenal, dan karena kita tak dapat memahami perjuangan hidup yang dahsyat itu maka dengan sendirinya timbullah ketakutan pada kita, dan kita menemukan pelarian diri dari dunia yang demikian itu melalui berbagai macam jalan yang cerdik. Kitapun takut akan hal-hal yang tidak kita kenal- takut akan kematian, takut akan segala sesuatu yang terletak di balik hari esok. Jadi kita takut akan hal-hal yang kita kenal dan takut akan hal-hal yang tidak kita kenal. Inilah kehidupan kita sehari-hari dan di dalamnya tak ada harapan, sehingga setiap bentuk filsafat, setiap bentuk konsep
teologis, hanyalah semata-mata pelarian dari keadaan yang sesungguhnya .
Semua bentuk perubahan luar yang ditimbulkan perang, revolusi, reformasi, hukum dan ideologi, telah gagal total dalam mengubah sifat dasar manusia, jadi juga sifat dasar masyarakat. Sebagai makhluk-makhluk manusia yang hidup di dunia yang jelek dan mengerikan ini, marilah kita bertanya kepada diri kita sendiri, apakah masyarakat ini, suatu masyarakat yang didasarkan pada persaingan, keganasan dan ketakutan, bisa berakhir? Bukannya berakhir sebagai sebuah konsep intelektual ataupun sebuah harapan, melainkan sebagai sebuah fakta aktual; berakhir, hingga jiwa kita menjadi segar, baru dan murni dan dapat membangun sebuah dunia yang sama sekali lain. Menurut pendapatku, itu hanya bisa, bila kita masing masing melihat fakta pokok, bahwa kita sebagai individu, sebagai makhluk manusia, di bagian dunia manapun kita berdiam atau dalam lingkungan
kebudayaan macam apapun, kita berada, kita bertanggung jawab sepenuhnya atas keseluruhan keadaan dunia.
Kita masing-masing bertanggung jawab atas setiap peperangan yang timbul, yaitu karena agresivitas dalam kehidupan kita sendiri, karena nasionalisme kita karena nafsu mementingkan diri sendiri karena dewa dewa kita, prasangka-prasangka kita, cita-cita kita, yang semuanya itu memecah belah kita.

6
Dan hanya bila kita melihat dengan nyata - bukan secara intelektual, melainkan secara aktual, sama aktualnya seperti kita menyadari rasa lapar atau sakit - bahwa Anda dan aku bertanggung jawab atas segala kekacauan yang ada, atas semua nestapa di seluruh dunia ini, karena kita telah ikut menimbulkan hal itu di dalam kehidupan kita sehari hari dan karena kita merupakan bagian dari masyarakat mengerikan yang penuh peperangan, pemecah-belahan, kejelekan, keganasan dan keserakahan itu - maka barulah kita bisa bertindak.
Tetapi apakah yang dapat dilakukan seorang manusia - apakah yang dapat dilakukan oleh Anda dan aku - untuk menciptakan sebuah masyarakat yang samasekali lain ? Yang kini kita ajukan kepada diri kita ialah sebuah pertanyaan yang sangat serius. Apakah ada sesuatu yang dapat kita lakukan? Apa yang telah kita lakukan? Adakah seseorang yang dapat memberitahu kita? Memang benar orang bisa memberitahu kita. Yang biasanya disebut pemimpin spiritual, yang dianggap lebih paham daripada kita tentang segalanya, telah memberitahu kita dengan cara memilin dan membentuk kita ke dalam suatu pola baru, dan hal itu tidaklah membuat kita banyak berubah; orang-orang yang cerdik dan yang terpelajar telah memberitahu kita, tetapi hal itu tak membawa kemajuan apapun pada kita. Kita telah diberitahu bahwa semua jalan menuju kebenaran; Anda mempunyai lorong Anda sendiri sebagai seorang Hindu dan orang lainpun mempunyai lorongnya sendiri sebagai orang Kristen dan
orang lainnya lagi sebagai seorang Muslimin, dan semua orang itu akan bertemu pada pintu yang sama. Bila Anda mengamati hal itu, maka akan jelas kelihatan kemustahilannya. Kebenaran itu tak berlorong, dan itulah keindahan kebenaran, ia seuatu yang hidup. Sebuah benda mati mempunyai lorong yang menuju kepadanya karena ia sesuatu yang statis, akan tetapi bila Anda melihat bahwa kebenaran itu sesuatu yang hidup, bergerak, sesuatu yang tak bertempat tinggal tetap, sesuatu yang tidak terdapat di dalam kuil, mesjid ataupun gereja, dan tiada agama, tiada guru, tiada ahli filsafat, tak ada siapapun yang dapat menuntun Anda kepadanya- maka Anda akan melihat pula, bahwa hal yang hidup ini adalah Anda yang sebenarnya - kemarahan Anda, keganasan Anda, kekerasan Anda,
keputusasaan Anda, kesengsaraan, duka nestapa yang Anda alami. Dalam pemahaman tentang semuanya inilah terdapat kebenaran, dan Anda hanya akan memahaminya bila Anda tahu bagaimana cara mengamati segala sesuatu ini di dalam hidup Anda. Anda tak dapat melihatnya melalui suatu
ideologi, melalu suatu tirai kata-kata, melalui harapan-harapan dan ketakutan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar